Keterbukaan informasi publik diukur dari seberapa mudah warga memperoleh dokumen yang mereka butuhkan, bukan dari banyaknya halaman profil di situs instansi. Banyak badan publik punya portal berita dan galeri kegiatan, tetapi tidak menyediakan daftar informasi yang wajib diumumkan, prosedur permohonan yang jelas, atau tanggapan atas permintaan konkret. Artikel ini memberi kerangka praktis untuk menilai keterbukaan sebuah badan publik dari luar, tanpa perlu menjadi pegawai di dalamnya.
Mulai dari kewajiban mengumumkan
Setiap badan publik memiliki kewajiban mengumumkan informasi tertentu secara berkala, serta menyediakan informasi yang wajib tersedia setiap saat. Dua kategori ini adalah fondasi keterbukaan. Jika badan publik tidak mempublikasikan daftar informasi yang wajib diungkap, warga sulit tahu apa yang seharusnya tersedia. Panduan untuk menyusun daftar informasi publik yang wajib diungkap bisa menjadi pembanding ketika menilai apakah sebuah instansi sudah memenuhi kewajiban dasarnya.
Periksa apakah situs resmi memuat informasi tentang profil, program, laporan keuangan ringkas, daftar regulasi, dan prosedur layanan. Ketidakadaan salah satu unsur tidak otomatis pelanggaran, tetapi ketiadaan hampir semua unsur menunjukkan keterbukaan yang lemah. Catat apa yang ada dan apa yang tidak ada, karena catatan ini akan berguna saat mengajukan permohonan.
Uji prosedur permohonan informasi
Keterbukaan juga ditentukan oleh bagaimana badan publik merespons permintaan atas informasi yang belum mereka umumkan. Ada beberapa hal yang bisa diuji tanpa harus menunggu jawaban resmi.
- Apakah ada formulir permohonan yang bisa diunduh atau diisi daring?
- Apakah alamat surat menyurat, surel, atau kanal pengaduan dicantumkan dengan jelas?
- Apakah ada keterangan tentang jangka waktu tanggapan dan biaya penggandaan?
- Apakah identitas pejabat yang menangani permohonan disebutkan?
Jika keempat hal itu tidak ditemukan, kemungkinan besar permohonan akan bergantung pada kontak pribadi atau jalur tidak resmi. Itu tanda keterbukaan yang rapuh.
Kirim permohonan nyata dan catat responsnya
Penilaian yang paling jujur datang dari pengalaman mengajukan permohonan. Pilih satu informasi yang wajar, misalnya ringkasan realisasi anggaran sebuah program atau salinan dokumen perencanaan yang sudah selesai. Ajukan lewat kanal resmi yang tercantum, lalu catat tanggal pengajuan dan tanggal tanggapan.
Respons bisa berbentuk pemenuhan, penundaan dengan alasan, atau penolakan. Setiap bentuk punya makna. Penolakan tanpa dasar yang jelas, atau permintaan perpanjangan waktu berulang, menandakan badan publik belum siap menghadapi permintaan rutin. Jika perlu, telusuri kronologi permohonan secara runut agar pola responsnya terlihat. Cara menyusun kronologi isu sosial bisa dipakai untuk merapikan catatan ini.
Jangan mengandalkan satu permohonan saja. Satu permintaan yang berhasil bisa jadi keberuntungan. Dua atau tiga permintaan dengan jenis informasi berbeda memberi gambaran lebih stabil tentang konsistensi badan publik.
Baca kualitas jawaban
Jawaban cepat tidak selalu berarti terbuka. Ada badan publik yang membalas dalam hitungan hari, tetapi isinya hanya merujuk pada informasi yang sudah tayang di situs. Sebaliknya, jawaban yang datang lebih lambat bisa memuat dokumen lengkap. Karena itu, nilai kualitas jawaban dengan beberapa pertanyaan sederhana.
- Apakah jawaban menjawab pertanyaan yang diajukan, atau mengalihkan ke topik lain?
- Apakah dokumen yang diberikan utuh, atau hanya ringkasan tanpa penjelasan?
- Apakah alasan penolakan, jika ada, menyebut dasar hukum yang bisa diperiksa?
- Apakah badan publik menawarkan jalur keberatan bila pemohon tidak puas?
Jawaban yang memenuhi keempat hal itu menandakan prosedur internal yang berjalan. Jawaban yang hanya memenuhi satu atau dua hal menunjukkan keterbukaan yang masih bergantung pada niat individu pejabat.
Periksa konsistensi antarwaktu
Keterbukaan informasi publik bukan peristiwa sekali jadi. Badan publik bisa terlihat terbuka pada satu periode, lalu menutup akses setelah pergantian pimpinan atau setelah suatu isu menjadi perhatian publik. Karena itu, bandingkan ketersediaan informasi pada beberapa titik waktu.
Lihat arsip pengumuman, laporan tahunan, dan daftar informasi yang diperbarui. Jika sebuah dokumen yang dulu bisa diunduh kini hilang tanpa penjelasan, itu sinyal penting. Perubahan semacam ini sering tidak dilaporkan, tetapi bisa dilacak lewat arsip mesin pencari atau salinan yang tersimpan di pihak lain. Mengandalkan satu sumber berita saja tidak cukup; panduan melacak isu publik dari sumber berita dapat membantu memverifikasi perubahan itu.
Petakan hambatan yang muncul
Hambatan dalam akses informasi biasanya berbentuk hal-hal kecil yang berulang. Petugas meminta datang langsung padahal permohonan bisa diajukan tertulis. Biaya penggandaan disebutkan tanpa rincian. Alasan penolakan mengacu pada kepentingan internal tanpa menjelaskan kerugian yang timbul. Semua ini perlu dicatat sebagai temuan, bukan hanya dikeluhkan.
Kumpulan catatan semacam ini berguna ketika warga ingin mendorong perbaikan. Ia juga menjadi bahan pembanding antarbadan publik. Untuk memilih badan publik mana yang layak dinilai lebih dulu, pertimbangkan tiga jalur advokasi yang biasa dipakai warga, lalu sesuaikan dengan kapasitas waktu dan tenaga yang dimiliki.
Menyusun penilaian yang bisa dipertanggungjawabkan
Penilaian keterbukaan sebaiknya tidak berhenti pada kesan. Susun temuan dalam bentuk tabel sederhana: aspek yang dinilai, bukti yang ditemukan, dan tanggal pengambilan bukti. Dengan begitu, kesimpulan bisa diperiksa ulang oleh orang lain.
Badan publik yang benar-benar terbuka biasanya tidak keberatan atas penilaian semacam ini. Mereka justru bisa memakai temuan itu untuk memperbaiki layanan. Jika sebuah instansi bereaksi defensif terhadap permintaan yang wajar, itu sendiri sudah menjadi bagian dari jawaban atas pertanyaan tentang keterbukaannya.
Ringkasan
Menilai keterbukaan informasi publik berarti memeriksa tiga hal: kewajiban mengumumkan yang dipenuhi, prosedur permohonan yang bisa diakses, dan kualitas respons atas permintaan nyata. Ukur ketiganya secara berulang, catat buktinya, dan bandingkan antarbadan publik. Keterbukaan yang baik akan terlihat dari konsistensi, bukan dari satu jawaban yang kebetulan memuaskan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah semua informasi di badan publik bisa diminta?
Tidak. Ada kategori informasi yang dikecualikan, misalnya yang menyangkut rahasia negara atau data pribadi orang lain. Namun pengecualian itu harus punya dasar dan dijelaskan. Badan publik tidak bisa menolak seluruh permohonan hanya karena sebagian informasinya masuk kategori tertutup.
Berapa lama biasanya tanggapan diberikan?
Jangka waktu berbeda-beda tergantung aturan yang berlaku dan jenis informasi. Yang penting bagi warga adalah mencatat tanggal pengajuan dan menanyakan perkiraan waktu sejak awal. Jika tidak ada tanggapan dalam waktu yang wajar, itu sudah menjadi temuan.
Apa yang bisa dilakukan jika permohonan ditolak?
Minta alasan tertulis dan dasar penolakannya. Dari situ, pertimbangkan mengajukan keberatan ke atasan atau meminta bantuan lembaga pengawas informasi. Untuk kasus yang menyangkut kepentingan hukum, konsultasikan dengan profesional atau lembaga bantuan hukum yang berwenang.